Kawasan Peruntukan Pariwisata

  • Dibaca: 325 Pengunjung

Kawasan peruntukkan pariwisata adalah kawasan yang diperuntukan bagi kegiatan pariwisata atau segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata.

Sektor pariwisata di dalam ruang selanjutnya diwujudkan dalam wadah aktivitas yang secara dominan mengakomodasi kegiatan kepariwisataan, berdasarkan potensi daya tarik wisata yang ada. Wujud ruang peruntukan pariwisata juga memperhatikan ketentuan dari UU. No. 10 tentang kepariwisataan yang berupa arahan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata dan Daya Tarik Wisata.

Berdasarkan arahan kebijakan, maka kawasan peruntukan pariwisata terdiri dari :

  • Kawasan Strategis Pariwisata mencakup Kawasan Daya Tarik Wisata Khusus (KDTWK), dan
  • Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar dalam skala kecil


Kawasan strategis pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumberdaya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.

Kawasan peruntukan pariwisata yang terdapat di Kabupaten Bangli adalah Kawasan Daya Tarik Wisata Khusus (KDTWK)

  • Penetapan KDTWK berdasarkan cakupan geografis yang berada dalam satu atau lebih satuan wilayah administrasi desa/kelurahan yang di dalamnya terdapat potensi daya tarik wisata, aksesibilitas yang tinggi, ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas pariwisata serta aktivitas sosial budaya masyarakat yang saling mendukung dalam perwujudan kepariwisataan, namun pengembangannya sangat dibatasi untuk lebih diarahkan kepada upaya pelestarian budaya dan lingkungan hidup;
  • Kawasan Daya Tarik Wisata Khusus yang ada di Kabupaten Bangli adalah KDTWK Kintamani yang memiliki luas 17.935 Ha atau 34.44 % dari luas Kabupaten Bangli, namun kawasan yang dideleniasi pada peta hanya 10% dari luas kawasan yaitu sebesar 1.793,5 Ha yang mencakup : Desa Sukawana, Kintamani, Batur Utara, Batur Tengah, Batur Selatan, Kedisan, Abang Songan, Abang Batudinding, Songan A, Songan B, Trunyan, Buahan, dan Suter.
  • Pengaturan KDTWK dengan kekhususan sifatnya sebagai kawasan penyangga pelestarian budaya dan lingkungan hidup, maka pemanfaatan ruang untuk fasilitas akomodasi dan fasilitas penunjang kepariwisataan sangat dibatasi dan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Strategis Pariwisata.

sumber foto : beritabali.com
sumber data teks : dishubkominfo bangli

  • Dibaca: 325 Pengunjung