Kawasan Budidaya Peternakan

  • Dibaca: 244 Pengunjung

 

Kawasan budidaya peternakan diperuntukkan bagi kegiatan peternakan hewan besar, hewan kecil dan tidak dikembangkan dalam bentuk padang penggembalaan ternak sehingga batasan lokasinya tidak dapat dipetakan secara tegas dan diarahkan secara terpadu dan terintegrasi bercampur dengan kawasan peruntukan pertanian. Kegiatan peternakan meliputi peternakan besar (sapi) dan peternakan kecil (ayam, itik, babi, Kambing dll).

Arahan pengelolaan kawasan budidaya peternakan dilaksanakan melalui:

 

  • Pemanfaatan ruang bercampur dengan kegiatan peruntukan lainnya, terutama kawasan peruntukan pertanian dan permukiman secara terbatas;
  • Pemanfaatan lahan pertanian yang dapat mensuplai bahan makanan ternak secara terpadu dan terintegrasi;
  • Pemanfaatan lahan pekarangan permukiman perdesaan, untuk kegiatan peternakan skala rumah tangga;
  • Pemanfaatan lahan kritis melalui pengembangan rumput, leguminosa, semak, dan jenis pohon yang tahan kering dan sesuai untuk makanan ternak;
  • Pemanfaatan lahan yang sesuai bagi kegiatan peternakan secara optimal
  • Pemantapan pelayanan Pasar Hewan di Kelurahan Cempaga Bangli (untuk Kawasan Perkotaan Bangli dan sekitarnya serta Pasar hewan Kayuamba untuk pelayanan regional.
  • Pengembangan kawasan agropolitan promosi Tiga-Pengelumbaran untuk komoditas unggulan peternakan sapi masyarakat

 

Kawasan budidaya peternakan, ditetapkan dengan kriteria:

  • Pemanfaatan area pertanian untuk menghasilkan produk usaha peternakan yang bernilai ekonomi tinggi;
  • Pengembangan pada area pertanian lahan kering atau kritis yang produktivitasnya rendah;
  • Keterpaduan kegiatan peternakan dengan kawasan pertanian tanaman tahunan/perkebunan;
  • Kemampuan mendayagunakan bahan pakan rerumputan, semak dan pepohonan serta hasil pertanian dan limbah pertanian secara optimal untuk pakan ternak;
  • Kemampuan mengoptimalkan sumber daya lahan dan lingkungan secara optimal; dan
  • Kemampuan mempertahankan pelestarian plasma nutfah dan konservasi lahan secara berkelanjutan.
  • Dibaca: 244 Pengunjung