Kawasan Budidaya Perkebunan

  • Dibaca: 211 Pengunjung

Kawasan budidaya perkebunan adalah kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya perkebunan rakyat baik perkebunan dengan komoditi khusus. Komoditi perkebunan di Kabupaten Bangli yang telah terkenal adalah kopi arabika. Keberadaan kopi arabika di Kabupaten Bangli telah mendapat pengakuan nasional dan internasional dengan dikembangkananya sertifikat indikasi geografis. Luas perkebunan rakyat untuk kopi arabika memang terluas, dan secara total luas perkebunan pada 2007 adalah 7.652 ha atau 14.88% dari luas wilayah. Mengingat ketersediaan lahan yang masih luas,potensi alami dan geografis yang dimiliki serta upaya pelestarian lingkungan dengan tetap mengembangkan komoditi yang mempunyai nilai jual secara internasional, maka perluasan areal perkebunan menjadi alternatif peningkatan nilai tambah wilayah.


Perluasan areal perkebunan diarahkan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang masuh tersedia yaitu 25.291,64 Ha atau 48,567% dari luas wilayah.

Pengelolaan kawasan budidaya perkebunan dilaksanakan melalui:

  • Pengembangan luas areal tambahan dari luas yang ada pada lahan- lahan yang memiliki potensi/kesesuaian lahan sebagai lahan perkebunan/ tahunan secara optimal dan dengan tetap memperhatikan asas kelestarian sumberdaya lahan;
  • Pengembangan kegiatan perkebunan dengan system agribisnis yang didukung pengembangan agroindustri dan Kawasan agropolitan
  • Pengembangan lahan perkebunan terintegrasi dengan dengankomoditas lainnya;
  • Pemantapan dan pelestarian kawasan perkebunan dengan komoditas- komoditas khas yang sebagai keunggulan tanaman pekebunan daerah;
  • Wilayah yang menghasilkan produk perkebunan yang bersifat spesifik lokasi dilindungi kelestariannya dengan sertifikat indikasi geografis;
  • Wilayah yang sudah ditetapkan untuk dilindungi kelestariannya dengan indikasi geografis dilarang dialihfungsikan;
  • Pengembangan kemitraan dengan sektor industri dan pariwisata dan pengembangan agrowisata;
  • Pengembangan luasan kawasan perkebunan organik secara bertahap pada tiap subak dan desa sesuai potensinya.
  • Dibaca: 211 Pengunjung