Kawasan Budidaya Hortikultura

  • Dibaca: 327 Pengunjung

Kawasan pertanian hortikultura adalah kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya tanaman semusim dan tahunan. Pengembangan kawasan pertanian hortikultura di Kabupaten Bangli sebagian besar bercampur dengan kawasan perkebunan, namun di beberapa lokasi berupa khusus tanaman sayur-sayuran maupun buah-buahan dengan luas 1.522,99 ha atau 2,92% dari luas wilayah Kabupaten Bangli diarahkan di seluruh kecamatan,terutama lahan yang diusahakan secara intensif untuk kegiatan tanaman hortikultura. Komoditas hortikultura yang berkembang di Kabupaten Bangli adalah tanaman jeruk. Jeruk Kintamani telah mampu bersaing sebagai komoditas lokal unggulan Kabupaten Bangli dengan jeruk-jeruk import, sehingga peningkatan kualitas dan luasan areal perlu ditingkatkan. Arahan pengelolaan kawasan budidaya hortikultura dilaksanakan melalui:

  • Pengembangan luas areal pada lahan-lahan yang memiliki potensi/kesesuaian lahan untuk budidaya hortikultura unggulan secara optimal;
  • Pemanfaatan lahan basah yang belum beririgasi pada bulan-bulan kering;
  • Pemilihan jenis komoditi yang memilki nilai ekonomis tinggi dengan masa tanaman singkat;
  • Pembatasan perluasan lahan budidaya hortikultura dari kawasan budidaya perkebunan dan peruntukan hutan rakyat;
  • Pengendalian kegiatan budidaya hortikultura pada kawasan yang memiliki
  • kemiringan di atas 40% (empat puluh persen), untuk diarahkan bercampur atau dikembalikan kepada tanaman budiaya perkebunan atau tanaman kehutanan (agroforestry) untuk mendukung kestabilan lereng dan mencegah kerawanan longsor;
  • Pemantapan kawasan agropolitan berbasis pertanian hortikultura sebagai penggerak perekonomian kawasan perdesaan;
  • Pengembangan kemitraan dengan sektor industri dan pariwisata;
  • Pengembangan luasan kawasan budidaya hortikultura organic secara bertahap pada tiap subak dan dan desa sesuai potensinya.

 

Kawasan budidaya hortikultura, ditetapkan dengan kriteria:

  • Pengembangan luas areal pada lahan-lahan yang memiliki potensi/kesesuaian lahan sebagai bahan pertanian lahan kering secara optimal;
  • Pemanfaatan lahan basah yang belum beririgasi pada bulan-bulan kering;
  • Pemilihan jenis komoditi yang memiliki nilai ekonomis tinggi dengan masa tanam singkat.
  • Kawasan budidaya perkebunan, ditetapkan dengan kriteria:
    - Pengembangan luas areal pada lahan-lahan yang memiliki potensi/kesesuaian lahan untuk tanaman perkebunan/ tanaman tahunan secara optimal dengan tetap memperhatikan        kelestarian sumberdaya lahan;
    - Pengembangan tanaman perkebunan diprioritaskan pada tanaman yang memiliki produktivitas tinggi dan daya saing tinggi serta mampu mendukung kelestarian lingkungan.

 

sumber foto : google.com/illustrasi
sumber data teks : dishubkominfo bangli

  • Dibaca: 327 Pengunjung