Kirimkan Aspirasi Anda Melalui SMS Layanan Pengaduan Masyarakat Ketik aduan aspirasi anda, kirim ke 081 936 480 333 -
BUPATI BANGLI
Made Gianyar
  MENU KATEGORI
Air Terjun Kuning
Tamanbali Raja
Pura Ulun Subak Bukit Jati
Pura Kehen
Batur Geopark
Desa Batukaang yang Penuh Daya Tarik
Aspek Historis Pura Puncak Penulisan
Berkelana dan Menikmati Eksotisme Gunung Batur
Pura Ulun Danu Batur
Tradisi Pemakaman di Desa Terunyan
Menikmati Harmoni Desa Tradisional Pengelipuran
Berendam Air Panas
Desa Bayung Gede
Menikmati Keindahan Alam Lembah Pantunan

  FOTO KEGIATAN
152 Orang Pengurus Barang Ikuti Bimtek Pengelolaan Barang Milik Daerah Bangli

  PENGADAAN

  PRODUK HUKUM
2010
2011
2012
2013

  TRANSPARANSI PENGELOLAAN ANGGARAN DAERAH
2012
2013
2014


  KRITIK & SARAN
Sabtu, 10 Mei 2014
I Wayan Mertayasa Tangkas
Senin, 17 Maret 2014
I Wayan Suparta
Aliran air PDAM 80% angin
Selasa, 26 November 2013
i wayan dodik wahyu saputra
Kamis, 14 November 2013
krezna arsana
Jumat, 30 Agustus 2013
i nyoman sangging darma yadnya
ptt di bangli

  DATA PENGUNJUNG

10974689

Pengunjung hari ini : 142
Total pengunjung : 307479

Hits hari ini : 427
Total Hits : 10974689

Pengunjung Online: 44



 

  FACEBOOK
 
PURA KEHEN


Pura Kehen yang terletak di Desa Cempaga, Bangli, memiliki banyak keunikan. Selain letaknya yang strategis, pada pintu masuk pura tidak
menggunakan Candi Bentar seperti pada Pura Kahyangan Jagat umumnya. Pintu masuk Pura Kehen memang agak berbeda, yakni menggunakan Candi Kurung. Di samping itu, keberadaan Bale Kulkul pada batang pohon Beringin turut memberi warna lain bagi Pura Kehen yang menjadi salah satu objek pariwisata unggulan Kota Bangli.

Meski telah ditemukan tiga prasasti tentang Pura Kehen, namun belum dapat dipastikan kapan sejatinya pura tersebut didirikan, dan apa yang menjadi asal-usul nama Kehen itu sendiri. Berdasarkan prasasti ketiga yang berangka tahun 1204 Masehi disebutkan beberapa pura yang mempunyai hubungan kesatuan meliputi Pura Hyang Hatu, Hyang Kedaton, Hyang Daha Bangli, Hyang Pande, Hyang Wukir, Hyang Tegal, Hyang Waringin, Hyang Pahumbukan, Hyang Buhitan, Hyang Peken Lor, Hyang Peken Kidul dan Hyang Kehen.
Kehen sendiri diperkirakan berasal dari kata keren (tempat api), bila dihubungkan dengan prasasti pertama yang berbahasa Sansekerta– namun tidak berangka tahun—di mana di dalamnya menyebutkan kata-kata Hyang Api, Hyang Karinama, Hyang Tanda serta nama-nama biksu.

Jro Pasek Pura Kehen sebagai salah satu Dangka di Pura Kehen mengaku belum begitu banyak mengetahui terkait sejarah Pura Kehen, terlebih Jro Pasek yang masih berusia 23 tahun ini baru satu setengah tahun menjadi Jero Mangku di Pura Kehen. Meski belum mengetahui terkait sejarah Pura Kehen, namun keunikan atau kejadian mistis yang pernah terjadi di Kehen pernah didengarnya dari cerita orangtua. Seperti halnya munculnya ula (ular) duwe pada tahun 1960 pagi, saat itu masyarakat setempat yang baru saja selesai menyapu di jaba pura menyaksikan secara langsung munculnya ular duwe tersebut.
Selain itu, masyarakat setempat sangat percaya jika patahnya pohon beringin yang terdapat di pura sebagai pertanda grubug (musibah). Hal tersebut disimpulkan dari kejadian-kejadian yang pernah terjadi secara turun temurun.

Tidak hanya itu, letak bagian yang patah juga diyakini sebagai pertanda musibah tersebut akan melanda orang tertentu. Misalnya pada saat raja Bangli meninggal dunia, dahan pohon beringin yang letaknya di Kaja Kangin (Utara-Timur) patah. Kemudian jika ada pendeta yang meninggal, maka dahan pohon beringin sebelah Kaja Kauh (Barat Daya) patah. Sedangkan jika bagian yang patah letaknya Kelod Kangin (Timur Lau) dan Kelod Kauh (Tenggara) maka diyakini akan ada musibah yang menimpa masyarakat.
Terkait upacara, karya di Pura Kehen Bangli berlangsung setiap enam bulan sekali tepatnya pada Hari Raya Pagerwesi yakni setiap Buda Kliwon Wuku Sinta. Namun, upacara besarnya yaitu Ngusaba Dewa atau biasa disebut Karya Agung Bhatara Turun Kabeh berlangsung setiap tiga tahun sekali, tepatnya Purnama Kalima, Saniscara Pon Wuku Sinta. Selain itu, upacara kecil seperti Saraswati, Ulian Sugimanik, Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon serta Buda Kliwon juga dilangsungkan di Pura Kehen.

Sebagai Pura Kahyangan Jagat, setiap upacara yang dilaksanakan di Pura Kehen, desa yang tergabung dalam Gebog (tatanan masyarakat) Domas (800) dan Bebanuan Pura Kehen memiliki peran masing-masing, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Dalam hal wewangunan misalnya, Banjar Kawan bertanggung jawab untuk membangun warung matanding, Banjar Tegal membuat Penyawang, Sanggar Tawang Tutuan, Bale Gading dan Bale Timbang. Banjar Pekuwon membangun warung pamuspaan, Banjar Pule membangun warung ilen-ilen, Banjar Blungbang membangun warung mejahitan. Untuk Banjar Gunaksa dan Sidembunut bertugas membangun linggih bhatara Perampean, Banjar Kubu membangun linggih bhatara Melasti, tutuan, panggungan dan pawedaan. Banjar Geria membangun sanggar agung peselang, sanggar agung pemalik sumpahan. Banjar Bebalang membangung Bale Perayungan dan Banjar Nyalian membangun warung peratengan.

Pembagian tugas tersebut dilakukan berdasarkan dresta dan sukat yang telah dilaksankan dari tahun-ketahun dan tidak akan pernah diubah atau ditukar-tukar. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas masing-masing, juga memunculkan semangat kebersamaan dan saling memiliki terhadap karya yang berlangsung di Pura Kehen.
Pemangku di Pura Kehen berjumlah 33 orang yang terbagi atas dua golongan, yakni Dangka dan Pemaksan. Dangka terdiri dari 16 orang pemangku yang bertugas sebagai pangempon khusus perampean atau pelinggih-pelinggih di jeroan. Sedangkan Pemaksan yang terdiri dari 17 orang bertugas sebagai pembantu Dangka.

Sumber : http://sekalaniskala.wordpress.com


WISATA LAINNYA
Aspek Historis Pura Puncak Penulisan

Pura Puncak Penulisan keberadaannya diatas bukit dengan ketinggian 1.745 meter diatas permukaan laut (dpl). Pura ini sering juga disebut dengan Pura Tegeh ata Pura Pamojan. Fungisnya ialah sebagai tempat untuk melakukan pemujaan terhadap Dewa Siwa yang merupakan manifestasi dari Tuhan Yang Mah.. Selengkapnya

 
Tamanbali Raja

Objek wisata Tamanbali Raja terletak di Desa Tamanbali, Bangli yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari pusat pemerintahan Bangli. Objek wisata ini adalah alternatif selain objek wisata spiritual Pura Kehen yang terletak di jantung kota Bangli. Meski hingga saat ini keberadaan Tamanbali Raja ini.. Selengkapnya

 
Batur Geopark

Geopark merupakan sebuah destinasi wisata yang
terletak di daerah Kintamani yang mengintegrasikan
keanekaragaman geologi, keanekaragaman kebudayaan,
dan keanekaragaman flora dan fauna.
Batur Geopark jika dilihat dari segi Kegeologian
terdapat Kaldera dim.. Selengkapnya

 
Menikmati Harmoni Desa Tradisional Pengelipuran

Bangli, satu-satunya dari sembilan kabupaten/kota di Pulau Bali yang tak memiliki kemolekan pantai laksana Kuta. Meski begitu, rugi rasanya jika berwisata ke Bali tanpa singgah di kabupaten ini. Panorama dan budaya unik seperti Desa Adat Penglipuran adalah daya tarik tersendiri.

.. Selengkapnya

 
Berkelana dan Menikmati Eksotisme Gunung Batur

Seperti halnya Gunung Agung yang terletak di Karangasem, potensi dan keindahan Gunung Batur tak kalah menariknya. Bahkan, keeksotisan dan keindahan Gunung Batur membuat gunung ini merupakan salah satu andalan objek wisata di Kabupaten Bangli. Gunung Batur sangat indah jika dipandang di pagi ha.. Selengkapnya

 
 
WAKIL BUPATI BANGLI
Sang Nyoman Sedana Arta
  VIDEO KEGIATAN
Kegiatan KB Pria

  SIDA (SISTEM INOVASI DAERAH)
Tim Koordinasi Penguatan SIDa Kabupaten Bangli TA...

  INFO KURS

  SITUS TERKAIT
Pengadilan Negeri Bangli
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangli
GIN Banglikab
Gerbang Indah Nusantara (GIN)
PD BPR Bank Pasar Kab. Bangli
Twitter Pemkab Bangli
Facebook Pemda Bangli
LPSE Kab. Bangli
Layanan Pengaduan Masyarakat
Batur Global GeoPark
Situs Lainnya


  JAJAK PENDAPAT
Bagaimana Menurut Pendapat Anda Tentang Website Ini?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
Hasil Voting
Dari:479 Responden




  TWITTER


ikuti kami
Copyright © 2012 Pemerintah Kabupaten Bangli. All rights reserved.